WHO Sebut Akan Ada Varian Corona Terbaru,Yang Lebih Berbahaya Dan Makin Sulit Diatasi

oleh -254 Dilihat
oleh

PAPILLONNEWS.CO – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan selain varian Delta, masih akan ada varian baru Covid-19 yang akan melanda dunia. Varian baru ini diperkirakan lebih berbahaya dibandingkan varian yang sudah ada sebelumnya.

Lebih mengerikan lagi, WHO memperkirakan varian ini akan menyebar di seluruh dunia sehingga pandemi ini akan semakin sulit diatasi.

“Pandemi belum selesai,” demikian laporan dari Komite Darurat Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (15/7/2021) dikutip dari AFP.

Ketua komite Didier Houssin mengakui kepada wartawan bahwa tren baru-baru ini mengkhawatirkan.

Dia mengatakan, 1,5 tahun setelah WHO pertama kali menyatakan Darurat Kesehatan Masyarakat Perhatian Internasional (PHEIC) sebagai tingkat kewaspadaan tertinggi,

“Kami masih mengejar virus ini dan virus masih mengejar kita”. Untuk saat ini, empat varian Covid-19 mendominasi pandemi global yaitu Alpha, Beta, Gamma, dan terutama varian Delta yang menyebar cepat.

Akan tetapi komite memperingatkan, yang lebih buruk bisa terjadi di depan.

“Kemungkinan kuat munculnya dan penyebaran global varian baru, mungkin lebih berbahaya dari kekhawatiran, bahkan bisa lebih menantang untuk dikendalikan,” ungkapnya.

“Pandemi tetap menjadi tantangan secara global dengan negara-negara menavigasi tuntutan kesehatan, ekonomi, dan sosial yang berbeda,” kata komite itu.

“Negara-negara dengan akses lanjutan ke vaksin dan sistem kesehatan yang memiliki sumber daya yang baik berada di bawah tekanan untuk membuka kembali kehidupan masyarakat mereka sepenuhnya,” katanya.

“Negara-negara dengan akses terbatas ke vaksin mengalami gelombang infeksi baru, melihat tergerusnya kepercayaan publik (dan) meningkatnya kesulitan ekonomi, serta, dalam beberapa kasus, meningkatkan kerusuhan sosial”, tambahnya.

Para ahli mengatakan, sebagai akibatnya banyak negara menerapkan kebijakan yang semakin berbeda dalam menangani kebutuhan nasional, sehingga menghambat pendekatan yang selaras untuk respons global.

Mereka menambahkan, “Penggunaan masker, physical distancing, menjaga kebersihan tangan, dan peningkatan ventilasi ruang dalam ruangan tetap menjadi kunci untuk mengurangi penularan”.

Para pakar juga menekankan kebutuhan memvaksinasi setidaknya 10 persen dari populasi setiap negara pada September, dan pembagian vaksin antara negara kaya dan negara miskin.

“Banyak negara sekarang telah memvaksinasi populasi prioritas mereka, direkomendasikan bahwa dosis harus dibagi dengan negara-negara yang memiliki akses terbatas sebelum memperluas program vaksinasi nasional ke kelompok berisiko rendah.”(*)

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengingatkan dunia akan serangan gelombang ketiga Virus Corona, Covid-19.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan hal itu pada hari Rabu (14/7).

Bukan tanpa alasan, lonjakan kasus infeksi Covid-19 memang terjadi dalam beberapa minggu terakhir, terutama sejak munculnya varian Delta yang bermula di India.

“Saat ini kita berada pada tahap awal gelombang ketiga,” katanya dalam sambutan pembukaan rapat ke-8 Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) tentang Covid-19.

Dilansir dari TASS, kepala WHO mengatakan bahwa dalam seminggu terakhir kasus Covid-19 meningkat secara global, begitu pula dengan tingkat kematian yang sempat menurun dalam 10 minggu.

Selain kemunculan varian Delta, Ghebreyesus mengakui bahwa pembebasan aktivitas serta penerapan protokol kesehatan yang tidak konsisten membuat jumlah infeksi kembali meningkat.

“Varian Delta adalah salah satu pendorong utama peningkatan penularan saat ini, didorong oleh peningkatan mobilitas sosial, dan penggunaan langkah-langkah kesehatan dan sosial masyarakat yang tidak konsisten,” lanjutnya.

Menurut Ghebreyesus, varian Delta sekarang sudah ada di lebih dari 111 negara. Atas dasar itu, WHO memperkirakan bahwa varian tersebut akan menjadi varian virus corona yang dominan di seluruh dunia.

Kepala WHO juga menyoroti adanya ketimpangan dalam distribusi vaksin Covid-19 global yang semakin terlihat di antara negara-negara kaya dan negara-negara miskin serta berkembang.

“Ada perbedaan yang mengejutkan dalam distribusi vaksin global. Banyak negara masih belum menerima vaksin apa pun, dan sebagian besar belum menerima cukup,” lanjut Ghebreyesus.

Dalam mengatasi masalah ketimpangan tersebut, Ghebreyesus berjanji bahwa COVAX akan melakukan yang terbaik untuk membagikan vaksin dengan cepat dan adil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *