PUPR Kebut Konstruksi Jalan Observatorium Nasional Kupang

oleh -226 Dilihat
oleh

PAPILLONNEWS.CO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun jalan menuju Observatorium Nasional di Gunung Timau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pembangunan jalan sepanjang 15,3 kilometer itu, dikerjakan oleh PT Hutama Mitra Nusantara (HMN), dengan anggaran Rp 57 miliar.

Proses pengerjaan jalan yang dibangun melintasi Kecamatan Amfoang Selatan dan Amfoang Tengah itu, dipercepat oleh kontraktor pelaksana.

PPK 1.1 Satker Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Provinsi NTT Franky Simamora mengatakan, progres pengerjaan jalan saat ini telah mencapai 60 persen.

Menurut Franky, paket jalan ini mendukung pelaksanaan pembangunan Observatorium Gunung Timau.

“Ada permintaan dari Lapan untuk memobilisasi peralatan dari kantor mereka menuju lokasi observatorium, sehingga saat ini kita lakukan percepatan perbaikan jalan, terutama akses menuju lokasi observatorium,” ujar Franky dilansirkan kompas.com, Minggu (15/8/2021).

Franky menjelaskan, sedianya kontrak pekerjaan dimulai pada awal Januari 2021, namun karena ada bencana Badai Seroja yang menerjang wilayah NTT, pekerjaan efektif baru dimulai Mei 2021.

Dan sesuai kontrak, seharusnya target penyelesaian 3 November 2021.

Meski begitu, Franky mengharapkan pekerjaan jalan dapat selesai dua bulan sebelumnya, yakni September 2021 atau lebih cepat dari target.

Dengan dibangunnya jalan ini, bisa memperlancar akses mobilisasi peralatan untuk observatorium, dan masyarakat dapat memanfaatkannya secara maksimal.

Dihubungi terpisah Direktur PT Hutama Mitra Nusantara Haji Abdul Rahman menambahkan, pekerjaan yang tengah dilakukan adalah pengaspalan hotmix sepanjang enam kilometer.

Untuk merealisasikan target penyelesaian pada September, Rahman turun langsung ke lapangan dan mengawasi semua pekerjaan itu.

Tak segan-segan, Rahman bertegur sapa dengan para pekerja dan memberikan semangat.

Untuk memenuhi komitmennya, semua kendaraan diturunkan ke lokasi. Pekerjaan hotmix dilakukan hingga tengah malam.

Dalam sehari, sebanyak 300 ton aspal dibawa dari lokasi Aspal Mixing Plant (AMP) atau pencampur material aspal, yang berada di Desa Bipolo, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.

“Kami berharap, dalam bulan Agustus ini sudah bisa bangun hotmix sepanjang sembilan kilometer. Sedangkan sisanya akan kita selesaikan akhir September 2021 nanti,” kata Rahman.

Untuk pekerjaan agregat, hingga saat ini sudah mencapai sembilan kilometer. Dengan begitu, pekan depan pekerjaan agregat sudah bisa sampai 12 kilometer.

Menurut Rahman, percepatan dilakukan karena sejumlah peralatan dari Lapan, akan segera dibawa menuju observatorium.

“Sebagai kontraktor yang merupakan putra daerah, kami akan selalu mendukung penuh pembangunan jalan ini menuju Observatorium Gunung Timau,” kata Rahman.

Kepala Desa Fatumonas Agustinus Matamtasa mengaku gembira dengan adanya pembangunan jalan hotmix di wilayahnya.

“Saya mewakili masyarakat desa yang menjadi pintu masuk menuju Observatorium Timau, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat hingga daerah yang telah membangun jalan ini,” kata Agustinus.

Agustinus menyebut, meski jalan belum dibangun tuntas, tapi mereka sudah bisa melintasi dengan lancar.

“Ini jalan sudah bagus. Sekarang kami bisa pergi ke Kupang lebih cepat hanya beberapa jam. Kalau dulu, bisa seharian kalau mau ke Kupang,” kata dia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *