Pelaku Memakai Topeng, Ngamuk Ubrak-abrik Sekolah di Kupang

oleh -202 Dilihat
oleh

APARAT Kepolisian Kupang Tengah, hingga saat masih masih memburu pelaku perusakan SD-SMP Satap Negeri 3 Taebenu, Desa Kuaklalo, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapolsek Kupang Tengah Elpidus Kono Feka, mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi mata yang melihat kejadian itu.

Menurut Elpidus, pelaku perusakan adalah orang tak dikenal yang menggunakan topeng.

“Kita terima laporan itu pada Jumat, 17 September 2021 kemarin,” kata Elpidus

Terdapat lima ruang kelas sekolah itu yang fasilitasnya rusak setelah diubrak-abrik orang tak dikenal.

Elpidus menjelaskan, pada Kamis 16 September 2021 sekitar pukul 15.00 Wita, dua orang tak dikenal mendatangi SD-SMP Satap Negeri 3 Taebenu dengan menggunakan sebuah mobil dobel kabin.

Tiba di sekolah, keduanya lalu bertanya kepada tiga orang murid yang sedang bermain di depan sekolah.

“Keduanya menanyakan apa betul sekolah itu adalah SD-SMP Satap Negeri 3 Taebenu dan dibenarkan oleh para murid,” kata Elpidus.

Usai bertanya, keduanya masuk ke dalam tiap ruang kelas lalu memporakporandakan kursi, meja, buku-buku dan beberapa fasilitas sekolah.

Terdapat lima ruangan kelas yang dirusak

Usai merusak fasilitas sekolah, keduanya langsung pergi.

“Berdasarkan keterangan saksi, kedua orang yang tidak di kenal datang dan salah satunya menggunakan penutup muka atau topeng,” imbuhnya.

Pihak sekolah pun mendatangi Polsek Kupang Tengah untuk membuat laporan ke polisi.

Setelah menerima laporan, polisi mendatangi lokasi kejadian dan menggelar olah tempat kejadian perkara, serta memeriksa saksi.

Untuk pelaku dan motif perusakan sekolah, masih dalam proses penyelidikan.

“Kita akan upayakan segera mengungkap para pelaku perusakan tersebut dan juga motifnya,” kata Elpidus.

Hingga kini kata Elpidus, tiga orang sudah dimintai keterangannya yakni kepala sekolah, penjaga sekolah dan ketua komite sekolah.

Elpidus berharap, para guru dan murid tak takut dengan aksi premanisme yang dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab.

“Pasca-kejadian tersebut, kami juga sudah memerintahkan Bhabinkamtibmas dan patroli Unit Sabhara Polsek Kupang Tengah, untuk memastikan situasi proses belajar mengajar dapat berjalan dengan aman, baik, kondusif dan tidak ada rasa takut dari para guru maupun murid,” ujar dia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *