Terkait Gangguan Jaringan Internet Fiber Optik, Telkom Akan Beri Kompensasi ke Pelanggan IndiHome

oleh -223 Dilihat
oleh

BUNTUT gangguan pada jaringan internet fiber optik, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk akan memberikan kompensasi untuk para pelangggan IndiHome.

Sebagai informasi, gangguan internet IndiHome terjadi hampir merata di seluruh Indonesia. Masalah tersebut menyebabkan layanan internet di sejumlah titik di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Pulau Natuna, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua menjadi terganggu.

Indihome gangguan disebabkan karena adanya masalah pada kabel bawah laut Jasuka (Jawa Sumatera Kalimantan), tepatnya di ruas Batam-Pontianak.

Kerusakan pada jaringan kabel bawah laut tersebut tak hanya membuat kapasitas jaringan IndiHome down, namun juga ikut berdampak pada jaringan internet pada operator Telkomsel.

Janji berikan kompensasi

Telkom Indonesia menyatakan akan memberikan kompensasi kepada pelanggan IndiHome yang terdampak gangguan karena adanya masalah pada sistem komunikasi kabel laut Jasuka.

Vice President Marketing Management Telkom E. Kurniawan mengatakan, pada prinsipnya Telkom akan memberi kompensasi sebagaimana tertuang dalam kontrak saat awal berlangganan sesuai dengan segmen pelanggan IndiHome.

“Bagi pelanggan IndiHome yang terdampak, tentu kami akan memberikan kompensasi sesuai dengan ketentuan pada kontrak berlangganan masingmasing pelanggan,” ujar Kurniawan dalam keterangannya seperti dikutip pada Jumat (24/9/2021).

Kurniawan menambahkan, kenyamanan pelanggan IndiHome adalah prioritas utama. Untuk itu, pihaknya terus memperbaiki layanan yang sempat terganggu tersebut.

“Tentunya Telkom pun tidak menginginkan terjadinya gangguan kabel laut yang mengakibatkan penurunan kualitas yang dirasakan pelanggan. Kami telah mengalihkan routing layanan ke network lainnya dan saat ini fokus untuk mempercepat perbaikan kabel laut JaSuKa serta memberikan win win solution bagi pelanggan,” ungkap Kurniawan.

“Selain itu juga terkait dengan pembayaran tagihan IndiHome, Telkom akan memberlakukan kebijakan bebas denda dan pengunduran batas akhir pembayaran hingga 25 September 2021,” kata dia lagi.

Warganet minta kompensasi
Sementara itu, tak sedikit pula warganet yang bertanya mengenai kompensasi yang akan didapatkan pelanggan Indihome akibat terganggunya layanan internet kali ini.

Dari banyaknya keluhan dan pertanyaan yang disampaikan warganet, akun @indihomecare sempat memberikan sejumlah tanggapan. Salah satu tanggapan tersebut yakni dengan membalas cuitan akun @lavendrbangtan.

Akun resmi @indihomecare menyampaikan permintaan maaf sekaligus memberikan penjelasan terkait kompensasi dari Indihome gangguan.

“Hai, Sobat. Maaf atas ketidaknyamannnya. Namun saat ini pemeliharaan jaringannya sudah selesai dilakukan, silakan dicoba kembali koneksi jaringannya,” tulis @indihomecare dalam cuitannya.

“Lalu untuk kompensasi akan diberikan apabila pemeliharaan jaringan terjadi lebih dari 3×24 Jam,” sambungnya.

Penyebab Indihome gangguan
Sebelumnya, Telkom telah memberi konfirmasi adanya gangguan untuk layanan fixed broadband (IndiHome) dan mobile broadband (Telkomsel).

Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono mengatakan ganggaun disebabkan oleh adanya masalah pada sistem komunikasi kabel laut Jasuka ruas Batam-Pontianak.

“Gangguan teridentifikasi berasal dari titik sekitar 1,5 km lepas pantai Batam pada kedalaman 20 meter di bawah permukaan laut,” ujar Pujo dalam pernyataan resmi.

Pujo menambahkan, pihak Telkom sedang mengupayakan perbaikan. Diperkirakan proses perbaikan kabel laut yang terganggu akan memakan waktu sekitar satu bulan.

Telkom akan segera melakukan penyambungan kabel laut yang didahului berbagai persiapan, seperti penyiapan cableship yang akan dioperasikan menuju titik gangguan untuk melakukan penyambungan, penyiapan peralatan, dan kelengkapan yang diperlukan.

Kapasitas jaringan ditingkatkan melalui pengaktifan jalur back up dan alternatif, khususnya untuk jalur komunikasi ke wilayah tertentu seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

“Di samping itu, kami juga melakukan penambahan kapasitas link untuk beberapa destinasi yang masih menunjukkan occupancy tinggi,” jelas Pujo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *