Perang Rusia-Ukraina, NATO Tak Boleh Berperan Aktif, Jelas ada Resikonya: Inggris

oleh -362 Dilihat
oleh

Tentara Ukraina terlihat di samping kendaraan lapis baja yang hancur, yang menurut mereka milik tentara Rusia, di luar Kharkiv, Ukraina,

INGGRIS menyatakan bahwa aliansi NATO tak boleh berperan aktif di perang antara Ukraina dan Rusia karena bisa terjadi salah perhitungan yang berdampak parah.

“Di sini, kita harus mengerti bahwa pasukan Inggris dan NATO tidak boleh dan tidak seharusnya berperan aktif di Ukraina,” ujar Menteri Angkatan Bersenjata Inggris, James Heappey, seperti dikutip Reuters, Jumat (25/2).

Ia lalu berkata, “Kita harus mengetahui dengan jelas risiko salah perhitungan yang dapat terjadi, dan bagaimana itu dapat berubah dengan cepat bila orang salah perhitungan dan keadaan di sana meningkat.”

Meski demikian, Inggris tetap mengecam keras invasi Rusia ke Ukraina yang sudah berlangsung sejak Kamis (24/2). Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss, menilai invasi Rusia di Ukraina sebagai sesuatu yang biadab.

Sementara itu, sampai saat ini NATO belum mengambil tindakan konkret terkait serangan Rusia yang sudah menewaskan lebih dari 100 orang di Ukraina.

Ukraina dan Rusia sendiri memang bukan anggota NATO. Dengan demikian, NATO itu tak bisa bergerak langsung ke negara tersebut.

Kendati demikian, empat negara anggota NATO, yaitu Polandia, Estonia, Latvia, dan Lithuania, sudah menyerukan penerapan Pasal 4 NATO untuk menanggapi perang Rusia-Ukraina.

Pasal 4 NATO berbunyi, “Para pihak akan berkonsultasi bersama kapan pun, menurut pendapat salah satu dari mereka, integritas teritorial, kemerdekaan politik, atau keamanan salah satu pihak terancam.”

Menurut keterangan di situs NATO, konsultasi berdasarkan Pasal 4 dapat mengarah pada tindakan kolektif di antara 30 negara anggota.

Meski demikian, belum jelas langkah yang bisa diambil NATO dalam situasi ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *