Tak Mau Kalah  BMKG Pastikan Hujan Deras MotoGP Mandalika akan Henti Tanpa Pawang

oleh -425 Dilihat
oleh
Pawang hujan Rara berkeliling melakukan ritual di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (20/3/2022).

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap hujan di MotoGP Mandalika pada Minggu (20/3) memang bakal berhenti dan mengatakan kejadian itu bukan karena aktivitas pawang hujan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan jika dilihat dari prakiraan nasional analisis dampak cuaca milik BMKG, pada hari balapan MotoGP hujan selesai sekitar pukul 16.15 WITA, waktu yang diputuskan penyelenggara MotoGP memulai balapan.

“Kalau dilihat prakiraan lengkap di tanggal itu memang selesai di jam itu. Kira-kira jam 16.15 itu sudah selesai, tinggal rintik-rintik itu bisa dilakukan balapan kalau dilihat dari prakiraan nasional analisis dampak yang kita miliki BMKG,” kata Guswanto, Senin (21/3).

Dia mengatakan hujan berhenti karena faktor durasi hujan sudah selesai. Menyoal hujan berhenti usai pawang hujan bekerja di lintasan Sirkuit Mandalika, menurut Guswanto itu hanya kebetulan.

“Dan buktinya, kan dari awal pawang itu sudah bekerja, tapi kan enggak berhenti juga. Artinya itu jadi sebenarnya kemarin waktu berhentinya itu bukan karena pawang hujan, karena durasi waktunya sudah selesai,” kata Guswanto.

Modifikasi cuaca

Lebih lanjut ia mengatakan hujan memang bisa diatur dengan teknik modifikasi cuaca (TMC). Tetapi itu tujuannya mempercepat turunnya hujan dan dilakukan hanya pada awan yang berpotensi turun hujan.

Cara kerja TMC, dijelaskan Guswanto, merupakan metode tabur garam pada awan konvektif yang mengandung uap air. Kondensasi yang terjadi di awan itu bisa mempercepat pembentukan awan hujan.

“Jadi demikian kira-kira jadi teknologi yang dimaksud adalah teknologi mempercepat terjadinya hujan. Bukan untuk menahan, bukan. Jadi mempercepat bisanya,” tuturnya.

Sebelumnya BMKG telah menyampaikan prakiraan cuaca pada ajang balapan MotoGP Mandalika. Dalam laporannya disebutkan area sirkuit akan berpotensi diguyur hujan lebat.

“BMKG sendiri sebenarnya memiliki [prakiraan] sendiri. Kalau kita lihat fenomenanya kemarin sejak 3 hari yang lalu tanggal 17, 18, 19 [Maret] itu sudah diperkirakan BMKG, bahwa di Mandalika itu akan terjadi hujan dengan intensitas ringan sampai lebat,” kata Guswanto.

Kemudian pada 20 Maret diperkirakan juga hujan lebat disertai badai petir, karena adanya bibit siklon tropis 93F, yang dampaknya memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di Mandalika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *