Pimpinan Tertinggi Khilafatul Muslimin Ditangkap di Lampung

oleh -298 Dilihat
oleh

Pimpinan tertinggi khilafatul muslimin, Abdul Qadir Baraja, ditangkap di Lampung. Penangkapan dilakukan oleh tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

POLDA Metro Jaya menyebut bahwa pimpinan kelompok Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja tengah dibawa penyidik ke Jakarta.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan ketika menjelaskan perihal penangkapan pimpinan kelompok tersebut.

“Yang bersangkutan sedang dibawa ke Jakarta,” kata Zulpan saat dikonfirmasi, Selasa (7/6/2022).

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap pimpinan kelompok Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Braja, di wilayah Lampung, Selasa (7/6/2022).

Tak Hanya Jakarta, Mahasiswa & Buruh di Lampung Gelar Demo Peringatan Hari Reformasi!

Penangkapan dilakukan setelah kepolisian menyelidiki aksi konvoi sekelompok pengendara yang menamakan diri sebagai Khilafathul Muslimin di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

Kelompok tersebut diduga memiliki ideologi berbeda dengan ketentuan yang berlaku di tanah air.

‘”Iya betul, Polda Metro Jaya menangkap pimpinan Khilafathul Muslimin atas nama Abdul Qadir Baraja,” kata Zulpan saat dihubungi, Selasa.

Zulpan belum dapat menjelaskan secara terperinci perihal penangkapan Abdul Qadir di kawasan Lampung, maupun kelompok Khilafathul Muslimin tersebut.

Dia hanya mengatakan bahwa saat ini jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih berada di Lampung, lokasi penangkapan Abdul Qadir.

“Tim masih berada di Lampung untuk membawa yang bersangkutan ke Jakarta,” kata Zulpan.

Sebagai informasi, Polda Metro Jaya sebelumnya membentuk tim khusus untuk menyelidiki aksi pengendara motor yang konvoi sambil membawa atribut bertuliskan “Khilafah Islamiyah” di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

Zulpan mengatakan, kepolisian sudah melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi kelompok yang melaksanakan kegiatan tersebut.

Dari situ, diketahui bahwa sekelompok pengendara yang melakukan konvoi dan videonya beredar luas di media sosial itu menamakan diri sebagai Khilafatul Muslimin.

“Saat ini tim telah melakukan penyelidikan terkait dengan kegiatan tersebut yang dilakukan oleh kelompok Khilafahtul Muslimin,” ujar Zulpan dilansir kompas.com, Kamis (2/6/2022).

“Kami telah memiliki data terkait mereka yang terlibat dalam kegiatan itu dan saat ini tim akan melakukan pemeriksaan dan pendalaman,” sambungnya.

Saat ini, kata Zulpan, penyidik masih melakukan pendalaman dan akan memeriksa pihak penanggung jawab hingga peserta konvoi yang telah teridentifikasi.

Namun, dia belum dapat mengungkapkan berapa jumlah peserta yang sudah teridentifikasi dan bakal dilakukan pemeriksaan.

Zulpan hanya mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur pelanggaran pidana yang dilakukan oleh kelompok tersebut maupun dalam kegiatan konvoi itu.

“Kegiatan yang berupaya mencoba mengubah ideologi bangsa dari Pancasila menjadi ideologi tertentu adalah pelanggaran berat,” kata Zulpan.

“Kemudian Polda Metro Jaya, atas perintah Kapolda, telah membentuk tim khusus terkait kasus ini,” sambungnya.

Dalam video aksi konvoi kelompok Khilafahtul Muslimin yang beredar di media sosial, terlihat para peserta konvoi yang terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak, mengenakan pakaian bernuansa warga hijau.

Beberapa di antaranya tampak mengibarkan bendera dan membawa poster bertuliskan “Sambut kebangkitan Khilafah Islamiyyah”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *