Ganti LPG 3 kg, Kompor Listrik 1000 Watt Baru di Uji di 3 Kota

oleh -408 Dilihat
oleh

PT PLN (Persero) menargetkan pengadaan kompor listrik atau induksi pada tahun ini mencapai 300.000 unit. Hal ini sejalan dengan rencana perusahaan untuk mendorong program konversi LPG ke kompor induksi sebanyak 15,3 juta pelanggan.

Beredar kabar mengenai pengganti LPG 3 kg adalah kompor listrik 1.000 watt. Mengenai hal tersebut, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan, pihaknya tengah melakukan uji coba terkait hal tersebut di tiga kota.

“Saat ini masih uji coba di tiga kota, masih dipelajari respons masyarakat serta juga aspek teknis dari kompor induksi tersebut,” ujar Dadan kepada awak media, Minggu (18/9/2022).

Dia menambahkan, proses uji coba ini juga akan melihat kapasitas kompor yang tepat, sehingga masyarakat akan lebih nyaman dalam memasak. Adapun kompor induksi yang tengah dilakukan uji coba adalah kompor dua tungku dengan kapasitas 1.000 watt.

“Uji coba ini dilakukan oleh PLN, jadi dibuatkan jaringan khusus di rumah untuk kompor,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, program konversi kompor ini dilakukan PLN sebagai salah satu upaya mengurangi beban negara atas impor LPG yang tiap tahun naik. Selama ini, khususnya LPG 3 kg merupakan barang subsidi yang masih dijual bebas sehingga tidak tepat sasaran dan menjadi beban APBN.

“Melalui konversi kompor ini langsung bisa menyelesaikan tiga persoalan sekaligus. Mengurangi ketergantungan impor LPG dengan energi berbasis domestik, yaitu listrik dan juga mengurangi beban APBN yang selama ini untuk mensubsidi LPG ini,” ucapnya.

Selain itu, Darmawan menambahkan, langkah konversi kompor ini sejalan dengan misi KTT G20, yaitu transisi energi. Dengan menggunakan kompor induksi maka emisi gas buang yang dihasilkan dari kompor induksi ini jauh lebih rendah dibandingkan kompor LPG.

“Proyek migrasi tersebut akan dimulai di Solo dan Bali. Untuk itu kami melakukan 2 lokasi uji klinis yaitu di Solo 1.000 kompor induksi dan 1.000 lagi di Bali,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *