Pekan Depan Wakil Wali Kota Darwin Asal NTT Amye Un, Pulang Kampung ke TTS

oleh -361 Dilihat
oleh

Amye Un, Wakil Walikota Darwin.

WAKIL Wali Kota Darwin, Australia, Amye Un akan berkunjung ke kampung halamannya di Amanatun, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

“Perempuan Amanatun penerobos batas akan pulang kampung pada tanggal 20 Desember 2022,” kata Amye dilansir Kompas.com , Rabu (14/12/2022).

Perjalanan Amye ke kampung halamannya di pedalaman NTT dimulai dengan penerbangan dari Darwin menuju Dili, ibu kota Timor Leste.

Ia terpaksa transit di Timor Leste karena penerbangan dari Darwin menuju Denpasar pada 20 Desember 2022 sudah penuh.

Dari Timor Leste, Amye akan menempuh perjalanan darat menuju Atambua, ibu Kota Kabupaten Belu, NTT. Amye akan disambut keluarga, kerabat, dan warga lainnya di Atambua.

Tak hanya itu, keluarga lainnya di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), juga akan menyambutnya.

Setelah dari Kefamenanu, dia langsung menuju ke makam para leluhurnya di Amanatun, Kabupaten TTS.

“Saya akan ke makam nenek di Oinlansi dan Niki Niki,” ujar Amye, yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Kota Darwin.

Amye akan ke Kota Kupang untuk bertemu keluarga dan menghadiri undangan dari beberapa universitas.

“Saya diundang secara pribadi ke salah satu universitas di Kota Kupang, untuk menceritakan pengalaman saya jadi pejabat di negeri orang,” kata Amye.

Amye akan berada di NTT selama satu bulan lamanya. Dia berharap, perjalanannya ke kampung halaman bisa berjalan dengan aman dan lancar.

Sebelumnya, Amye Un (60), perempuan asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), maju dalam pencalonan Wali Kota Darwin Northern Territory, Australia.

Perempuan kelahiran Amanatun, sebuah daerah di pedalaman Kabupaten TTS itu, maju melalui jalur independen.

Amye mengaku siap memenangkan pemilihan di Kota yang berbatasan laut dengan wilayah NTT itu.

“Kami ada enam calon yang akan bertarung dalam pemilihan Wali Kota Darwin, dan saya satu-satunya yang maju melalui jalur independen,” kata Amye.

Perempuan lulusan salah satu SMK di Kota Kupang itu, mengaku sudah menjadi warga negara Australia sejak 1998, setelah menikah dengan pria asal Australia.

Menurut Amye, dia maju sebagai calon wali kota, setelah mendapat dukungan dari masyarakat setempat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Selain mendapat dukungan yang banyak dari arus bawah, Amye menyebut hal itu sebagai kesempatan. Apalagi di wilayah itu kata dia, sangat menjunjung tinggi demokrasi.

Dia memilih jalur independen, karena tidak ingin terikat dengan partai politik mana pun.

“Kalau di partai kita tidak bisa menyampaikan aspirasi masyarakat dengan baik. Protes dari masyarakat, kalau melalui partai politik, tidak seluruhnya disampaikan ke Parlemen. Kalau independen kita bisa sampaikan apa saja yang diinginkan rakyat,” kata Amye.

Pada pemilihan Wali Kota itu, Amye pun keluar sebagai runner up sehingga menjadi Wakil Wali Kota.

Di saat yang bersamaan, Amye pun dilantik sebagai Alderman atau dewan penata Kota Darwin, Northern Territory, Australia, Senin (20/9/2021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *