TKD NTT Gelar Doa Syukur Kemenangan Prabowo – Gibran 61,80% Persen

oleh -172 Dilihat
oleh

KUPANG – Kemenangan pasangan Prabowo – Gibran melewati target yang ditetapkan Tim Kemenangan Daerah NTT pada Pilpres 2024, dan ini suatu capaian yang positif dan semua atas perkenanan Tuhan dan kerja kolaborasi yang sangat baik dari Tim Kerja Daerah Provinsi NTT.

Ketua TKD NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dalam menyampaikan hal tersebut pada acara doa syukur kemenangan Prabowo Gibran yang digelar pada Jumat (22/3/2024) di hotel Harper yang dihadiri oleh seluruh TKD, pimpinan Partai Koalisi Indonesia Maju dan simpatisan.

“Dari hasil capaian perjuangan kita bersama dan kini meraih kemenangan yang luar biasa di NTT dari target 60 persen menjadi 80 persen, dan kita menang tanpa mengedepankan kepentingan parpol tapi kepentingan masyarakat lewat program kerja Prabowo Gibran 5 tahun ke depan,” Ucap Melky Laka Lena.

Ketua TKD NTT juga sampaikan apresiasi karena TKD NTT sudah libatkan organisasi relawan dalam pemenangan Prabowo Gibran dan semua kerja bersama terutama dalam pencapaian melebihi target yakni 80%.

“Kami apresiasi atas pencapaian yang di yakini datang dari perencanaan politik dari seluruh unsur TKD, Relawan dan semua komponen sebagai mesin politik. Dibalik pencapaian ada kebanggaan karena kita dapat menunjukkan kualitas kerja TKD, Parpol, caleg dan relawan,” terang Ketua TKD NTT, Melky Laka Lena.

Dikesempatan yang sama, Esthon Funay, Ketua Dewan Pembina TKD NTT dalam sambutannya menyatakan dari dinamika seluruh kegiatan legislatif yang turun lapangan setiap hari dalam suasana aman dan damai dan jadi bagian terindah dari kompetisi dinamika politik di Indonesia untuk mencari pemimpin negara ke-8 tahun ini.

“Kita bersyukur karena pada KPU RI sudah tetapkan Prabowo dan Gibran sebagai presiden RI Ke-8 hasil Pilpres 2024 dan semua atas perkenanan Tuhan dan adanya pengakuan dari negara lain terhadap pemilu di Indonesia yang berlangsung dengan baik sesuai aturan,” jelas Eston.

Esthon juga mengapresiasi pencapaian spektakuler sebagai pemilu pertama pasangan presiden dengan formula usia tua dan muda. Pertama kali terjadi dalam dinamika kontestasi politik di Indonesia Presiden dan Wakil berasal dari generasi tua dan muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *